LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tidak mencoba sesekali pun memotong bentuan sosial yang didapatkan oleh para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang mayoritasnya merupakan warga kurang mampu.
Hal itu ditegaskan oleh Hasbi di hadapan para pendamping PKH Kecamatan Cibadak saat menyerahkan bantuan Atensi dari Kementrian Sosial (Kemensos) kepada para kaum disabilitas di Kantor Kecamatan Cibadak, Kamis 22 Desember 2022.
“PKH jangan coba-coba potong bantuan yang merupakan hak para warga kurang mampu,” kata Hasbi.
Hasbi mengungkapkan, beberapa hari yang lalu dirinya melakukan rapat dengan Mensos Tri Rismaharini.
Dalam rapat itu diungkapkan, bahwasannya ada PKH di Banten yang memaksa KPM untuk berbelanja di warung pribadinya. Bahkan, liciknya pendamping PKH itu juga memainkan harga dan mengurangi timbangan.
“Banyak temuan di Kabupaten dan Kota di Banten ini, salah satunya yang tadi. Oknum PKH itu sudah menaikan harga beras yang seharusnya dijual Rp9 ribu, jadi Rp12 ribu. Selain itu kiloannya juga dikurangi,” katanya.
Menurutnya, pendamping PKH memiliki tugas untuk melakukan pembinaan terhadap KPM hingga terwujudnya graduasi, atau berakhirnya masa pemberian bantuan.
“Bantuan demi bantuan yang disalurkan selama ini adalah untuk graduasi, atau kemandirian ekonomi sehingga angka kemiskinan dapat berkurang,” ucapnya.
Putra mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini pun meminta kepada warga untuk tidak takut atau segan jika menemukan atau mengalami pemotongan pada program bantuan.
Katanya, jika ditemukan, warga diharapkan langsung melaporkan kepada pihaknya.
“Penerima PKH jangan takut dengan oknum DPRD, Kepala Desa ataupun pendamping. Ancaman penghapusan penerimaan bantuan kita tidak akan Acc, karena Kemensos ini sendiri memiliki prosedur untuk melakukan asessment. Intinya jangan takut melaporkan jika ada oknum yang memotong program bantuan,” tegasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Ahmad Lutfi











