“Badai ini sendiri terjadi akibat belokan angin dari arah kepulauan Sumatera dan angin dari pusat padai Squall Line yang ada di Samudera lepas. Badai itu diperdiksi akan berpusat di wilayah Banten. Maka untuk itu kita minta warga untuk selalu waspada, khususnya didaerah yang rawan banjir dan longsor,” tandasnya.
Sebelumnya, Peneliti Klimatologi, pada Pusat Riset Iklim, dan Atmosfir, BRIN, Erma Yulihastin menjelaskan, badai squall line adalah badai guntur deret, badai guntur yang terorganisasi memanjang seperti garis. Badai yang disebut jalan tol hujan ini tak hanya menjadi penghubung bagi suplai kelembapan kontinu dari laut ke darat, tapi sekaligus menjadi jalan bagai badai untuk mengakumulasikan dan mentransfer energinya sehingga badai bersifat long-lasting.
Ia memperingatkan bahwa ‘tol hujan’ bisa jadi pemicu banjir besar di Jabodetabek. Fenomena badai Squall Line marak terjadi sepanjang musim dan berkaitan dengan banjir rob parah.
“Potensi banjir besar Jabodetabek. Siapapun Anda yang tinggal di Jabodetabek, dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022,” imbaunya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: A Rozak











