PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga ikan asin di tingkat perajin warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang mengalami kenaikan Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilogram. Kenaikan harga ini mulai terjadi sejak Sabtu, 8 Oktober 2025.
Kenaikan harga ikan asin disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan Pandeglang. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat ratusan nelayan tidak berani melaut, sehingga pasokan bahan baku ikan asin berkurang.
Selain itu, pasokan ikan segar di pasaran juga menurun karena banyak nelayan tidak melakukan penangkapan.
Salah satu perajin ikan asin warga Desa Teluk, Santi, mengatakan bahwa cuaca ekstrem membuat dirinya kesulitan mencari bahan baku ikan asin.
“Untuk menambah stok paling kita datangkan beli dari kota. Biasanya beli dari Pasar Rangkasbitung,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 11 November 2025.
Santi menjelaskan, Pasar Rangkasbitung menjadi andalan saat stok ikan asin menipis seperti sekarang.
“Bahan baku enggak ada tapi permintaan ikan asin mengalami peningkatan. Karena ikan segar di pasar berkurang, adanya juga ikan beku,” katanya.
Menurut Santi, saat ini masyarakat lebih banyak memilih mengonsumsi ikan asin karena harganya relatif terjangkau dibanding ikan segar yang juga mengalami kenaikan saat cuaca ekstrem.
“Banyak nelayan tak melaut. Membuat produksi ikan asin saat ini merupakan stok ikan pekan lalu,” katanya.
Ia menyebutkan, ikan asin hasil produksinya terdiri dari berbagai jenis seperti ikan ongong, pepetek, jambal, layur, dan peda segar.
“Hasil produksinya dijual di Pasar Labuan,” ujarnya.
Harga jual ikan asin di musim cuaca ekstrem atau angin barat ini mengalami kenaikan, terutama untuk pembelian per kilogram.
“Per satu kilo harga ikan asin itu naik antara Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilonya. Yang membuat omzet harian juga ikut naik,” katanya.
Santi mengungkapkan, omzet kotor penjualan ikan asin pada hari biasa berkisar Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari.
“Kalau sekarang ini omzetnya lagi naik, sehari dapat Rp6 juta. Alhamdulillah omzetnya naik karena enggak ada ikan basah, jadinya ikan asin yang dicari,” katanya.
Perajin ikan asin lainnya, Tarmidi, mengatakan bahwa sudah satu pekan para nelayan tidak melaut.
“Membuat dirinya mengalami kesulitan memperoleh bahan baku. Membuat harga ikan asin sekarang ini naik sedikit karena kondisi cuaca buruk lagi angin barat,” ujarnya.










