PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang turun 1,4 persen dari tahun 2021 sebesar 10,72 persen menjadi 9,32 persen di tahun 2022.
Persentase penurunan 1,4 persen berdasarkan data jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pandeglang yang tahun 2021 sebanyak 131.430 jiwa menjadi 114.650 jiwa atau berkurang 16.780 jiwa.
Kepala BPS Kabupaten Pandeglang Achmad Widijanto mengatakan, kalau secara makro penduduk miskin Kabupaten Pandeglang tahun 2021 sebesar 10,72 persen.
“Itu boleh dibilang masih tertinggi di Banten (tahun 2021). Namun tahun 2022 ini menurun menjadi 9,32 persen, angka kemiskinan turun sekira 1,4 persen,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID , Minggu, 8 Januari 2023.
Widijanto menjelaskan, terjadinya penurunan dampak dari pemulihan ekonomi pascapandemi. “Artinya geliat ekonomi di Pandeglang dan luar Pandeglang sudah mulai tumbuh. Sehingga berdampak mengurangi angka kemiskinan,” katanya.
Widijanto mengungkapkan, angka penduduk miskin secara makro di Kabupaten Pandeglang tahun 2022 ini tercatat sebanyak 114.650 jiwa. Kalau di prosentasekan, 9,32 persen.
“Dari 9,32 persen ini, kenapa dia tergolong miskin karena pengeluaran per kapitanya di bawah Rp416.248 rupiah. Jadi garis kemiskinan Kabupaten Pandeglang 2022 itu Rp416.248 rupiah,” katanya.
Widijanto menegaskan, terkait pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pandegleng perlu didukung oleh semua pihak. “Khususnya bagaimana cara melakukan program di dalam pengentasan kemiskinan,” katanya.
Pihaknya sudah melakukan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022 dengan menerjunkan 1.994 orang. Regsosek ialah sebuah survei melihat kemiskinan mikro. “Artinya di sini by name by address. Jadi jumlah kemiskinan itu akan terdata berdasarkan nama dan alamat,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Nuriah mengaku belum menerima data penurunan angka kemiskinan dari BPS. “Syukur alhamdulilah kalau memang datanya turun dari tahun 2021 10,72 persen menjadi 9,32 persen tahun 2022,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











