LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Margamulya, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak telah membuat belasan rumah warga rusak. Bahkan, 3 di antaranya sudah ambruk hingga rata dengan tanah.
Salah satunya milik Nia, rumahnya kini tidak bisa didiami lagi. Sebab, kondisinya sudah rata dengan tanah.
Dirinya pun saat ini hanya bisa merenung dan merapikan perabotannya yang masih bisa dipakai.
Untuk tinggal, Nia dan keluarga tidak mengungsi ke rumah saudara atau tetangga. Mereka malah memilih untuk mendirikan tenda seadanya sebagai tempat tinggal sementara.
“Rumah udah hancur, udah rata dengan tanah. Sekarang saya sama suami dan anak tinggal di tenda sementara,” kata Nia saat ditemui di Kampung Margamulya, Senin 9 Januari 2023.
Nia menceritakan bahwa rumahnya sudah ambruk sejak empat hari yang lalu atau 6 Januari 2023.
Ia mengaku enggan menyusahkan saudara maupun tetangganya, makanya dirinya lebih memilih untuk tinggal di dalam tenda yang dibuat dari terpal dan spanduk partai seadanya.
“Udah 4 hari tinggal di tenda sejak rumah ambruk. Semua barang-barang ada di tenda. Tendanya juga pakai terpal, dan spanduk dari partai yang didapatkan dari jalanan,” ucapnya.
Hampir serupa dengan Nia, warga lainnya yakni Eti terpaksa harus mengungsi ke rumah orangtuanya pasca rumah Eti mengalami rusak berat akibat pergerakan tanah.
“Jadi sementara ngungsi ke rumah orangtua, karena keadaan sudah mengkhawatirkan,” katanya.
Dirinya menambahkan kondisi rumah sudah rusak parah, terutama pada bagian dapur yang hampir ambruk.
“Memang sudah parah, dan takut juga sewaktu-waktu, takut menimpa dan ambruk rumahnya,” ucapnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Ahmad Lutfi











