LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengungkapkan bahwa dari total 28 kecamatan di Lebak 27 diantarannya merupakan rawan bencana pergerakan tanah. BPBD mencatat hanya Kecamatan Rangkasbitung yang aman dari bencana pegerakan tanah.
Diketahui Lebak merupakan wilayah yang sering terdampak pergerakan tanah, dimulai dari Kampung Jampang, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga pada tahun 2019. Kejadian serupa kembali terulang di Kampung Curugpanjang, Kecamatan Cikulur pada tahun 2022.
Selain itu kembali di Kecamatan Cihara pada tahun 2024 dan terbaru di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rikzi Pratama, menyebutkan bahwa dari 28 kecamatan yang ada di Lebak, sebanyak 27 kecamatan rawan bencana pergerakan tanah.
“Hanya satu kecamatan yang relatif aman, yaitu Kecamatan Rangkasbitung. Selebihnya memiliki potensi pergerakan tanah dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda,” ungkap Febby kepada RADARBANTEN.CO.ID dihubungi melalui telepon, pada Kamis 11 September 2025.
Ia menjelaskan, faktor utama yang memicu pergerakan tanah di Lebak adalah kondisi geografis dan struktur tanah yang labil. Ditambah curah hujan tinggi sepanjang tahun, wilayah Lebak menjadi sangat rentan terhadap bencana ini.
“Daerah Kabupaten Lebak memang kerentanan tanahnya menengah tinggi. Itu satu, yang kedua juga memang ada faktor kerentanannya ya. Jadi ada faktor bahaya, ada faktor kerentanannya. Nah, kemudian juga memang trennya pergerakan tanah ini. ini semakin tinggi di kita ya di Kabupaten Lebak,” jelas Febby.
BPBD Lebak saat ini terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.
Pihaknya juga meminta masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan retakan tanah atau tanda-tanda pergeseran di sekitar pemukiman.
“Kemudian yang mendorong kita nih di tahun depan akan mencoba memitigasi mengenai pergerakan tanah ini. Dimulai dengan membuat peta KRB (Kawasan Rawan Bencana) pergerakan tanah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Febby menuturkan terkait kejadian Warunggunung pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Geologi mengenai beberapa bencana pergerakan tanah di Lebak.
“Nah, kita juga berkoordinasi dengan Badan Geologi mengenai beberapa hal karena kalau kita lihat nih kalau kita lihat trennya tuh meningkat gitu pergerakan tanah mulai di Cimmarga, terkait Cikulur ini masuk kawasan Cikulur Raya,” pungkasnya.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











