“Lakukanlah tahapan-tahapan dan sosialisasi secara utuh dan tepat kepada masyarakat. Kemudian ada alternatif bagi mereka untuk berjualan. Lakukan pendekatan humanis kepada masyarakat,” ujar Ikhlas.
Penolakan itu sudah disampaikan kepada pihak KSP, dan saat ini menurut Ikhlas pihaknya sedang menunggu jawaban tersebut.
Ikhlas mengaku tidak tahu secara persis alasan pihak KSP meminta masyarakat mengosongkan area tersebut dari aktifitas berdagang. Yang ia dengar kawasan itu akan menjadi kawasan perumahan.
Terlepas untuk apapun kebijakan tersebut, menurutnya, jangan sampai ada kebijakan sepihak yang merugikan masyarakat. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











