LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Bisnis batik di Kabupaten Lebak kembali menjanjikan.
Sejak pertengahan tahun 2022 lalu, bisnis batik Lebak kembali berangsur normal setelah sempat lesu dihantam pandemi Covid-19.
Permintaan batik Lebak kembali meningkat terutama dari luar Kabupaten Lebak seperti Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Tangerang.
“Alhamdulillah permintaan batik Lebak mulai meningkat lagi sejak pertengahan tahun 2022 lalu. Dalam sebulan omzet kotor bisa mencapai Rp 100 sampai Rp 150 juta. Permintaan batik bukan hanya berasal dari dalam (Lebak) tapi juga dari luar seperti Tangerang, Serang maupun Pandeglang,” kata Muhamad Yusuf, perajin Batik Imah yang beralamat di Jalan Abdi Negara, Rangkasbitung, Selasa, 17 Januari 2023.
Menurutnya, usaha batik menjadi salah satu sektor yang ikut lesu dihantam pandemi Covid-19. Saking lesunya, omzet mereka sempat jatuh hingga 70 persen.
“Dari semula omzet sebelum pandemi Covid bisa mencapai Rp 150 juta sebulan menjadi Rp 35 juta. Bahkan, pernah seminggu tak ada pemasukan,” katanya.











