Pengujian laboratorium bertujuan untuk mengetahui penyebab kematiannya. Apakah dikarenakan mengalami infeksi di hati maupun pencernaan.
“Nanti akan ketahuan penyakitnya setelah dilakukan uji lab pada organ dalam lumba-lumba. Termasuk apakah memang itu keracunan akibat limbah industri itu akan diketahui,” katanya.
Setelah, pengambilan sampel selesai dilakukan lalu pada siang hari, lumba-lumba itu langsung dikuburkan.
“Penguburan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena dikhawatirkan penyakitnya bisa menular maka penguburan di area Kantor LPSPL Serang,” katanya.
Kasat Polairud Polres Pandeglang AKP Zul Ahmadi Ampera menambahkan, lumba-lumba yang terdampar di pesisir Pantai Maklon dalam keadaan kritis.











