Dijelaskan Rachmat, program USAID MADANI bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan toleransi di masyarakat melalui penguatan peran masyarakat sipil di tingkat Kab/Kota di Indonesia, menuju tata kelola pemerintahan kolaboratif yang kuat untuk mencapai tujuan strategis pembangunan daerah.
“Karena seperti diungkapkan Bupati Serang, untuk membangun suatu daerah itu tidak bisa sendirian, harus berkolaborasi, itulah yang dinamakan pembangunan secara Pentahelik,” kata Rachmat kepada Radar Banten, Rabu 25 Januari 2023.
Rahmat menyampaikan, hal ini merupakan sejarah di Kabupaten Serang bisa berkolaborasi dengan Organisasi Masyarakat berskala Internasional.
“Ini adalah salah satu success story terkait SW 3, standar yang digunakan adalah standar international, FHI -USAID. Dan kesuksesan tentang tata kelola Dana Desa Melalui SW 3 mulai dipelajari oleh kota atau daerah lain,” ujarnya.
Rachmat juga menekankan, pemilihan PD Aisyiyah bukan tanpa pertimbangan, PDA memiliki rekam jejak yang baik di sisi pelaksana program berskala internasional, yang lebih penting adalah legalitas kelembagaan serta syarat administratif yang dapat dipenuhi menjadi keyakinan tersendiri.
Senior Field Coordinator Banten Muslih Amin menambahkan, kunjungan ini merupakan bagian dari apresiasi kepada Kabupaten Serang yang dianggap berhasil dalam mengimplementasikan Perpres 16 Tahun 2018 tentang Swakelola Tipe 3 (SW3) Bersama Ormas Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Serang, tentang Survei Persepsi Tata Kelola Keuangan Desa.
“Survei dilakukan di 40 Desa, 29 kecamatan dengan 400 responden,” pungkasnya.
Reporter: Haidaroh
Editor: Abdul Rozak











