Dirinya juga menuturkan, dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang, pihaknya melakukan berbagai intervensi spesifik dimulai dari diberikannya Tablet Tambah Darah (TTD) bagi pelajar putri di tingkat SMP dan SMA, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, hingga pemeriksaan bagi ibu hamil hingga 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).
Menurutnya, pihaknya juga akan memperkuat Posyandu-Posyandu dengan melengkapi pengadaan alat ukur dan alat timbang agar dapat memudahkan proses skrining balita, sehingga intervensi spesifik dapat segera dilakukan.
Berdasarkan data dari ePPBGM, pada tahun 2022 angka stunting di Kabupaten Tangerang mencapai 3,7 persen.
“Saya berharap agar masyarakat bisa melakukan pemahaman yang baik untuk mencegah stunting, salah satunya dengan asupan protein hewani. Dan semoga ke depannya, stunting di Kabupaten Tangerang dapat menurun,” tutupnya. (*)
Reporter: Mulyadi
Editor: Agus Priwandono











