Meski masuk klub elit, pencapaian Leverkusen tergolong minim gelar. Padahal, materi sejumlah pemain menyimpan potensi bakal juara. Ditengarai, ini akibat buruknya manajemen klub.
Kondisi buruknya manajemen ini menyebabkan Leverkusen cuma jadi batu loncatan pemain terkenal. Istilahnya menjadi kawah candradimuka. Tempat penggemblengan diri agar menjadi orang terlatih dan tangkas.
Sebut saja Michael Ballack. Gelandang ini sukses mendapat tiga kali penghargaan German Footballer of the Year. Ballack menorehkan 42 gol, 27 assist dalam 155 pertandingan bersama Leverkusen.
Nama lain, Ze Roberto. Pemain asal Negeri Samba ini benar-benar moncer bersama Leverkusen. Dia sukses membukukan 19 gol, 42 assist selama 150 pertandingan.
Pemain lain, Toni Kroos. Sejak bergabung dengan Leverkusen, Kroos menorehkan 9 gol dan 12 assist selama 33 main bareng Bayer Leverkusen di Bundesliga.
Sosok Son Heung-min juga pernah dibesarkan di Bayer Leverkusen. Bermain dua musim, penampilan memukau Son memantik sejumlah klub untuk meminang. Terbukti, Son Heung-min main di Tottenham Hotspur. (*)
Reporter: Agung S Pambudi
Editor: Agung S Pambudi











