SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMP di dua sekolah di Kecamatan Kramatwatu, yakni SMP PGRI dan SMP 1 Kramatwatu.
Dalam kunjungannya tersebut, Najib Hamas mendapatkan laporan mengenai adanya desa-desa yang masuk kategori blank spot karena tidak ada SMP negeri di dekat daerah tersebut.
Najib Hamas mengatakan peninjauan SPMB 2026 tingkat SMP dilakukan guna memastikan pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan sesuai prosedur.
“Kita ingin memastikan pemerataan layanan pendidikan merata di seluruh kecamatan dan sekolah. Kita juga ingin memastikan rekrutmen pendaftaran sampai pengumuman ini berjalan lancar, sesuai dengan mekanisme yang sudah disampaikan di awal,” katanya, Senin, 6 Juli 2026.
Najib mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan SPMB yang dilaksanakan di dua sekolah di Kecamatan Kramatwatu, masih ada beberapa desa yang masuk dalam kategori blank spot karena jaraknya yang terlalu jauh dari SMP negeri terdekat.
“Ada beberapa desa yang di luar radius jarak yang ditetapkan, itu Desa Serdang, Giripadang, dan Desa Wanayasa. Ini kita dapat laporan dari para guru,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, untuk wilayah yang masuk dalam kategori blank spot, rencananya akan didirikan sekolah satu atap untuk memastikan anak-anak bisa tetap mengakses layanan pendidikan.
“Tentunya hal ini menjadi masukan bagi Pemkab Serang, ini akan segera kita tindaklanjuti agar layanan pendidikan bisa merata di seluruh kecamatan,” tegasnya.
Namun demikian, pihaknya terlebih dahulu akan membuat kajian mendalam sehingga intervensi yang dilakukan oleh Pemkab Serang tepat sasaran.
“Tentunya akan kita bangun sesuai dengan kondisi keuangan pemerintah daerah. Tapi semangatnya kita pendidikan harus merata di semua wilayah,” tegasnya.
Najib mengungkapkan, secara umum tidak ada sekolah negeri di Kabupaten Serang yang jumlah peminatnya sedikit. Rata-rata, jumlah pendaftarannya melebihi jumlah rombongan belajar yang dibuka.
“Seperti halnya di SMP 1 Kramatwatu, dari kuota 340, jumlah pendaftarnya mencapai 413 orang. Saya minta yang tidak tertampung bisa sekolah di SMP negeri terdekat ataupun di swasta,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, mengatakan ada belasan ribu siswa SD yang tak tertampung di SMP negeri.
Pasalnya, dari total 27.746 siswa yang lulus SD, pihaknya hanya membuka kuota SMP negeri sebanyak 17.600 siswa.
“Kalau melihat itu memang artinya tidak ada sekolah SMP negeri yang tidak dapat murid. Tapi akan kita lakukan pendataan ulang, termasuk kuota dari masing-masing jalurnya,” ujarnya.
Aber mengaku, hingga saat ini pihaknya baru mendapati laporan mengenai wilayah yang masuk dalam kategori blank spot. Pihaknya pun akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan kajian sehingga dapat dilakukan penanganan.
“Kita kaji apakah membutuhkan sekolah baru atau tidak, kalau membutuhkan maka kita akan buka secara bertahap, mulai dari sekolah satu atap, lalu nanti kita tingkatkan,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria









