Namun, pada tahun 2022 segala kebijakan pembatasan publik yang sebelumnya mengekang aktivitas masyarakat mulai ditiadakan. Alhasil, masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Justru UMKM adalah salah satu pahlawan ekonomi, karena mereka, roda perekonomian di Indonesia bisa terus berjalan dan pulih secara cepat,” kata Waseh.
Menurutnya, rasio kewirausahaan di Lebak bertumbuh sekitar 0.05 persen. Meningkat 0.01 persen dari sebelumnya yang hanya 0.04 persen. Artinya, dari 1.000 orang di Lebak hanya ada lima orang yang berwirausaha.
“Memang masih jauh dari target nasional yakni harus minimal rasionya itu tiga persen dari total jumlah penduduk. Seperti di Bandung dan Yogyakarta, kenapa mereka maju, karena empat persen dari penduduk mereka merupakan pengusaha. Tapi insya Allah kita akan terus tumbuh guna menggerakkan roda perekonomian di Lebak,” jelasnya.
Untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Lebak, Waseh mengaku, pihaknya saat ini selalu hadir untuk memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mendapatlan legalitas, juga membantu pemasaran para pelaku UMKM melalui berbagai event.











