RADARBANTEN.CO.ID – HNP (Hernia Nukleus Pulposus) sering dikenal dengan nama saraf kejepit. Kondisi ini bisa terjadi pada berbagai area tubuh dari leher, bahu, punggung atas, pinggang, tangan, bokong, hingga kaki.
Dalam anatomi tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang yang dihubungkan dengan sendi yang membentuk satu kesatuan. Tiap ruas akan terhubung oleh semacam bantalan, biasa disebut sendi tulang belakang (diskus invertebralis).
Menurut Owner Sekaligus Founder Bee Swimming, salah satu tempat yang bisa untuk Therapy Air di Tangerang, Pantom Yanuarsyah menjelaskan, dalam diskus invertebralis terisi bahan mirip jely kenyal (Nukleus Pulposus).
Bantalan tersebut berfungsi sebagai shock breaker (Peredam Getar) yang membuat tulang belakang bergerak lebih lentur. Bila diskus invertebralis rusak maka nukleus pulposus nya tergelincir/keluar dari bantalan dan masuk ke dalam rongga ruas tulang belakang. Nah inilah yang disebut saraf kejepit/HNP.
Mekanisme terjadi nya HNP adalah gerakan yg berlebihan hingga membebani tulang belakang, seperti mengangkat beban yang berat, memutar tubuh sambil melawan tahanan, gerakan tubuh yang bersifat sentakan (jatuh/terbentur), duduk dalam jangka waktu yang lama juga dapat menjadi pemicu.
Saat melakukan gerakan regang (tarikan) atau gerakan rotasi, diskus invertebralis dapat rusak sehingga nukleus pulposus bergeser ke samping, belakang, atau keluar.











