RADARBANTEN.CO.ID – Dijuluki sebagai generasi Y, atau yang lebih akrab dengan sebutan milenial, peranan mereka sangat penting bagi keberlangsungan politik sekarang ataupun yang akan datang. Melek dan sadar terhadap situasi politik sudah menjadi keharusan bagi milenial.
Di tengah arus perkembangan teknologi yang cukup pesat, sudah seharusnya hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik bagi generasi milenial untuk mengetahui situasi perpolitikan yang ada, bukan hanya sekadar mengikut tren yang sedang berkembang.
Lantas, seberapa pentingkah milenial melek dan paham politik? Jawabannya sangat penting. Banyak manfaat yang bisa diambil jika melek terhadap politik. Di antaranya yaitu meningkatkan sikap toleransi di lingkungan masyarakat, memilih calon pemimpin yang benar-benar berkualitas dan bisa mengabdi untuk negara, bisa memahami situasi politik dan konflik yang sedang terjadi, berani bersikap tegas memberikan kritik jika terdapat kebijakan yang menyeleweng, sanggup memperjuangkan kepentingan ideologi tertentu khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan kesejahteraan bersama, serta yang paling penting yaitu peranan mereka sebagai agen of change (agen perubahan) sebagai pemimpin yang akan datang.
Pada dasarnya, definisi politik klasik menurut Aristoteles, seorang Filsuf Yunani, yaitu upaya-upaya yang dilakukan warga negara untuk mencapai kebaikan bersama. Jadi, kebaikan apapun dalam konteks berbangsa, bernegara, dan dalam kehidupan pada dasarnya itu merupakan politik.











