LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak dalam beberapa terakhir ini dipediksi masih akan terjadi hingga 13 Februari 2023.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Feby Rizky Pratama mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi saat ini diakibatkan efek tidak langsung dari Siklon Tropis Freddy dan masih berlangsungnya fenomena fenomena Maden Jullian Oscillation (MJO).
“Berdasarkan prakiraan Badan Metreologi Klimatologi dan Geo Fisika (BMKG) berbasis dampak sampai 13 Februari. Dan tidak hanya itu, waspada juga gelombang tinggi sampai empat meter di Samudera Hindia Selatan Banten,” kata Feby kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 12 Februari 2023.
Cuaca ekstrem Siklon Tropis Freddy dan masih berlangsungnya fenomena fenomena Maden Jullian Oscillation (MJO), kata Feby, berpotensi terjadinya hujan lebat disertai angin kencang, angin puting beliung, banjir, serta longsor.
“Untuk itu masyarakat mesti meningkatkan kewaspadaan khususnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam, terutama saat hujan turun di malam hari,” ujarnya.
Terdapat belasan daerah di Lebak merupakan daerah rawan banjir, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Cimarga, Cibadak, Cileles, Malingping, Wanasalam, Panggarangan, Bayah, Sobang, Cigemblong, Banjarsari, Muncang, Cilograng, dan Gunungkencana.











