“Untuk sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga juga bisa diolah menjadi hal yang berguna. Sampah plastik dapat didaur ulang menjadi barang serbaguna dan juga kerajinan tangan, sampah organik juga bisa diubah menjadi pupuk dan maggot atau belatung untuk pakan ternak,” katanya.
Selain itu, perlu kolaborasi dari semua pihak juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan sampah. Kata Taufik, pengelolaan sampah juga bisa mulai dilakukan dari tingkat paling bawah, seperti dari pengurus lingkungan, komunitas hingga masyarakat umum.
“Pada intinya, kolaborasi sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Tangerang,”ucapnya.
Seperti diketahui bersama, lanjut Taufik. Program Bank Sampah adalah suatu strategi penerapan 3R dalam pengelolaan sampah ditingkat masyarakat. Kehadiran Bank Sampah ini juga diharapkan dapat mengubah sudut pandang masyarakat bahwa sampah mengandung potensi ekonomi (economic opportunity) kerakyatan, yaitu adanya kesempatan kerja dan penghasilan tambahan dari tabungan di bank sampah.
“Pada HPSN nanti, kami akan mengadakan kegiatan gerakan kebersihan, ada 185.000 orang nanti yang akan terlibat dalam gerakan tersebut yang terdiri dari unsur Perangkat Daerah, pihak Kecamatan, Desa, dan masyarakat. Kami juga akan adakan launcing Bank Sampah Induk Gemilang (Gerakan Memilah Sampah Menjadi Uang). Semoga dengan gerakan tersebut dapat terwujud pembangunan lingkungan yang bersih dan hijau guna menciptakan masyarakat yang sehat,” pungkas Taufik.
Reporter: Mulyadi
Editor: Ahmad Lutfi











