Sedangkan, penyebab campak oleh virus dari keluarga paramyxovirus. Penularan umumnya terjadi melalui percikan liur yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat ia bersin dan batuk.
Virusnya sendiri bisa bertahan selama beberapa jam dan dengan mudah menempel pada benda-benda. Jika seseorang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi oleh virus campak, maka besar kemungkinan ia akan tertular.
Adapun, gejala awal infeksi campak biasanya berupa batuk berdahak, pilek, demam tinggi, dan mata merah. Anak-anak mungkin juga memiliki bintik-bintik koplik atau bintik-bintik merah kecil dengan pusat biru-putih di dalam mulut sebelum ruam dimulai.
Ruam kemudian akan muncul 3–5 hari setelah gejala awal dimulai. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya, ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.
Ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan untuk mengetahui infeksi campak. Seperti, mata merah dan sensitif terhadap cahaya, menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus, dan sakit tenggorokan.
Kemudian, lemas dan letih, demam tinggi, sakit dan nyeri, tidak bersemangat dan kehilangan selera makan, diare atau/dan muntah-muntah, bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.











