Selanjutnya, diagnosis campak ditentukan berdasarkan gambaran klinis, yaitu tanda dan gejala yang dialami oleh pasien. Namun, pada kasus-kasus khusus, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah lengkap, antibodi terhadap campak, dan fungsi hati.
Pemeriksaan menggunakan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) juga dapat menentukan diagnosis secara pasti. Namun, pada sebagian besar kasus, RT-PCR tidak dibutuhkan.
Penyakit ini harus diwaspadai, meskipun jumlah pengidap komplikasi campak tidak terlalu banyak. Komplikasi yang disebabkan umumnya adalah bronkitis, infeksi paru-paru atau pneumonia, radang pada telinga, dan infeksi otak atau ensefalitis.
Berikut ini beberapa kalangan yang berisiko mengalami komplikasi. Yaitu, bayi di bawah satu tahun, orang dengan penyakit kronis, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Langkah pencegahannya, telah tersedia vaksin untuk mencegah campak. Vaksin untuk penyakit ini termasuk dalam bagian dari vaksin MMR.
Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan rubella. Vaksin ini diberikan dua kali. Yakni, ketika si kecil berusia 15 bulan dan saat mereka berusia 5–6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar. (fdr/don)











