Menurut Anisa, ia pernah mencoba melaporkan kejadian penganiayaan ke polisi pada 22 Desemeber 2022. Namun, pacarnya memohon kepadanya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya
“Akhirnya dengan bodohnya aku maafin dan tidak aku lanjutkan proses laporannya karena aku berpikir bahwa dia akan berubah. Ternyata itu kesalahan terbesar aku, terlalu naif memang,” jelasnya.
Menurut Annisa, dari sejumlah penganiayaan yang ia alami, penganiayaan yang keempat adalah penganiayaan yang paling parah. Saat itu ia berusaha turun dari mobil dan tidak mau pulang bersama.
“Pelaku menganiaya aku mulai dari nyeret aku masuk ke mobil dan memaksa sampe dorong aku masuk ke mobil dia, tonjok hidung aku sampe geser, jedotin kepala aku ke dashboard, kaca, dan stir mobil, jambak aku, tampar aku, seret dan banting aku ke tanah dan yang paling parah cekik aku sambil bilang mengeluarkan kata-kata binatang kepadaku. Padahal disini aku udah kehabisan nafas dan bersyukurnya aku ga tewas di tempat,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Ahmad Lutfi











