LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak menargetkan sebanyak 16.610 pasangan usia subur (PUS) menjadi peserta baru program Keluarga Berencana (KB) pada tahun 2026.
Target tersebut ditetapkan seiring masih tingginya jumlah pasangan usia subur di Kabupaten Lebak. Berdasarkan data DP3AP2KB, total PUS di wilayah ini mencapai 233.586 pasangan yang tersebar di seluruh kecamatan.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui DP3AP2KB terus mengintensifkan pelayanan kontrasepsi. Pelayanan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, mengatakan sosialisasi penggunaan KB terus digencarkan kepada masyarakat di berbagai wilayah.
“Dari 233.586 pasangan usia subur (PUS), pada tahun ini kami menargetkan 16.610 PUS menjadi akseptor atau peserta baru KB. Jumlah sasaran terbanyak berada di Kecamatan Rangkasbitung sebanyak 1.704 pasangan dan Kecamatan Cibadak sebanyak 1.004 pasangan,” kata Tuti kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Tuti, peningkatan capaian peserta KB dilakukan melalui sejumlah strategi, salah satunya dengan mendekatkan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui sistem jemput bola.
“Kami memanfaatkan setiap momentum, misalnya peringatan Hari Kartini atau kegiatan lainnya, untuk melakukan pelayanan serentak di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) pemerintah maupun swasta hingga ke wilayah pelosok. Semua metode kontrasepsi kami siapkan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Lina Budiarti, menegaskan seluruh pelayanan KB yang diberikan kepada masyarakat tidak dipungut biaya alias gratis.
“Pelayanan dilakukan secara gratis karena seluruh kebutuhan sudah disediakan oleh pemerintah, baik alat kontrasepsi maupun sumber daya manusianya,” ujarnya.
Lina menambahkan, program KB bertujuan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar seimbang dengan sumber daya yang tersedia.
“Keluarga Berencana bukan untuk menyetop jumlah anak, tetapi merencanakan dan mengatur jarak kelahiran. Pengaturan ini penting agar pertumbuhan penduduk seimbang dengan sumber daya yang ada,” jelasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











