Rina menyebut, fenomena program stunting yang diampu oleh 20 OPD sekaligus itu bukan lah tumpang tindih, melainkan keterpaduan yang ia sebut Pohon Keselarasan.
“Misalkan ingin wisata, tematik kita adalah bagaimana wisata kita membangun, wisata itu oleh PUPR jalannya dinaikin, Disperindag mengawal proses agar UMKM nya mandiri. Sehingga, walaupun leading sektornya pariwisata itu Dinas Pariwisata, tapi kita semua saling menyelaraskan program yang tujuannya yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
“Jadi memang ada perencana tematik yang harus diusung. Inflasi tidak hanya oleh Ketapang, Disperindag, tetapi oleh OPD lain yang mendudukung seperti itu,” tambahnya.
Menurutnya, program tumpang tindih ialah program yang dibiayai dan dikerjakan dua sumber anggaran yang sama. “Kalau tumpang tindih itu membiayai untuk pekerjaan yang sama, untuk kegiatan yang sama oleh dua sumber. Namanya redanden duplikasi anggaran,” jelasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











