Meskipun telah dinyatakan bebas frambusia, kata dia pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemantuan di wilayah yang sempat terdapat frambusia.
“Tentunya, tetap harus dilakukan surveilan aktif untuk mencegah timbulnya kasus baru,” tukasnya.
Triatno mengatakan, tahun 2018 di Kabupaten Lebak ditemukan 6 kasus frambusia di Baduy. Karena itu, Dinkes Kabupaten Lebak melakukan sero survey di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.
Upaya itu sengaja dilakukan untuk mengetahui masih ada dan tidaknya penularan frambusia atau patek (korengan pada kulit) di daerah tersebut.
“Pengobatan penyakit untuk tahap penyembuhannya tergolong lama, namun pada prinsipnya penyakit frambusia ini dapat disembuhkan,” katanya.(*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Abdul Rozak











