Lebih lanjut, Wawan meminta sikap inovatif dari Lurah dan Camat untuk tidak mengandalkan dana APBD dan proposal, namun harus mampu berkolaborasi dengan pihak Industri swasta dan perseorangan untuk bisa bersama-sama menurunkan angka stunting baik melalui program orang tua asuh anak stunting, pembentukan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), maupun penggalangan dana secara mandiri.
“Terus terang, persoalan stunting bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga TNI/Polri, industri, Ormas, OKP, serta tokoh masyarakat juga turut bertanggung jawab persoalan ini,” tegasnya.
Pria yg akrab dipanggil Abi ini juga menuturkan, bahwa program Dashat harus dilakukan bersama-sama oleh Kelurahan, Kecamatan, kader TPG, Bidan Kelurahan, Ahli Gizi, Puskesmas, Babinsa dan Babinkamtibmas, sebagaimana juga saat kita menghadapi wabah pandemi Covid-19.
“Saya sangat optimistis mengamankan pesan amanat Pak Walikota hingga satu digit, yakni 9 persen, karena kami sudah menjalin kerja sama dengan Baznas Kota Cilegon dalam penggalangan donasi stunting melalui program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) baik untuk industri (coorporate) atau personal individu masyarakat yang ada di Kota Cilegon,” pungkasnya.
“Jadi melalui rekening dari Baznas Kota Cilegon kami ajak bagi masyarakat yang mau berdonasi bisa ke rekening rekening Bank Mandiri atas nama Baznas Kota Cilegon dengan nomor 163 0000 636 8958 atau melalui kitabisa.com/cilegoncegahstunting. Ayo bersama kita cegah stunting,” ajak Wawan. (raj/asp)











