RADARBANTEN.CO.ID- Pesantren kilat atau sanlat adalah kegiatan yang biasa dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Seperti pada Ramadhan 2023 ini.
Dalam rangkaian acara pesantren kilat Ramadhan 2023, biasanya ada sesi kultum.
Buat kamu yang kebagian jadwal kultum, jangan risau dan bingung, karena dalam artikel ini terdapat judul dan isi kultum yang bisa kamu sampaikan saat momen pesantren kilat Ramadhan 2023.
Judul: Bahaya Lisan Karena Sebab Menggunjing
Isi:
Puasa, tidak hanya sekedar menahan makan dan minum, melainkan juga tentang menahan diri dari hawa nafsu lainnya yang bisa berujung pada batalnya puasa seseorang.
Lisan, adalah bagian dari anggota tubuh manusia yang sangat bisa membuat esensi puasa batal. Karena lisan merupakan anggota badan paling ringan, tetapi tidak dengan dosanya.
Ghibah (mengumpat, menggunjing, menggosip) adalah aktivitas yang tidak jauh dari lisan dan tidak akan mendatangkan suatu kebaikan.
Di antara bahaya lisan, menurut buku Jaga Lisanmu karya H. Taufiqul Hakim adalah:
1). Menjadikan seseorang bangkrut di hari kiamat
Bahaya lisan dapat menjadikan seseorang bangkrut, maksudnya adalah bukan bangkrut karena kehabisan harta atau emas, melainkan orang yang pahala atau kebaikannya habis dipakai untuk membayar orang lain sebab menggunjing, menganiaya, dan menzalimi orang lain.
Hal ini berdasar pada hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim, Turmudzi, dan Ahmad.
Suatu ketika Rasulullah bertanya pada sahabat, “Tahukah kalian, siapakah orang yang muflis (bangkrut) itu?”
Para sahabat menjawab, “Orang muflis (bangkrut) di antara kami adalah orang yang tidak punya dirham atau harta.”
Kemudian Rasulullah bersabda,
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan pahala sholat, puasa, zakat, namun ia juga membawa dosa sebab mencela, menuduh, memakan harta yang bukan haknya dan lain-lain, maka, kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang ia berbuat zalim kepadanya.
Dan apabila kebaikannya telah habis sebelum tunai semua kewajibannya, maka diambilah keburukan dari orang yang dia zalimi lalu dicampakkan padanya, dan dia dilempar ke dalam neraka”. Nauzubillah.
2). Ghibah lebih berat dari zina
Apa yang menyebabkan ghibah lebih berat dari zina?
إيَّاكُمْ وَالْغِيْبَةَ فَإِنَّ الْغِيْبَةَ أَشَدُّ مِنَ الزَّنَا
إِنَّ الرَّجُلَ يَزْنِي وَيَتُوْبُ فَيَتُوْبُ اللهُ عَزَّ
وَجَلَّ عَلَيْهِ وَإِنَّ صَاحِبَ الْغِيْبَةِ لَا يُغْفَرُ
لَهُ حَتَّى يَغْفِرَ لَهُ صَاحِبُهُ
Artinya: “Jauhilah menggunjing. Sebab menggunjing itu lebih berat dari zina. Seseorang berzina lalu ia bertaubat kepada Allah, maka Allah ampuni dosanya. Sedang pengumpat, tidak akan diampuni dosanya Sehingga ia dimaafkan/ampuni oleh orang yang diumpatnya” (HR. Ibnu Abid Dunya).
3). Diumpamakan sebagai orang yang memakan bangkai
Saking tercelanya perbuatan ghibah, sampai-sampai orang yang mengghibah itu disamakan dengan pemakan bangkai saudaranya sendiri.
Firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 12
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
Artinya: “Janganlah sebagian kamu mengumpat sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Dari ketiga poin ini saja sudah sampai membuat merinding, karena saking beratnya bahaya lisan.
Maka benarlah bahwa keselamatan seseorang tergantung pada bagaimana ia menjaga lisannya.
Lisan yang senantiasa berkata baik, akan membuat seseorang menjadi terhormat.
Tetapi lisan juga dapat membuat seseorang menjadi hina, apabila terus menerus dalam ketidakbaikan.
Lalu bagaimana agar kita terhindar dari bahaya lisan?
1). Senantiasa berkata benar
Jika kita mengaku cinta Nabi, maka tirulah Nabi sebagai seorang yang Shiddiq artinya benar. Baik dalam berkata, maupun bertindak.
Dari Mu’adz dan diriwayatkan oleh Abu Nu’aim, Rasulullah mewasiatkan agar bertaqwa kepada Allah, benar dalam berbicara, menyampaikan amanat, menepati janji, memberi salam serta merendahkan hati.
2). Meningkatkan keimanan
Pupuk terus keimanan kepada Allah, minta pada-Nya agar dijauhkan dari bahaya lisan dan segala keburukan yang datang darinya. Orang yang hatinya senantiasa terikat pada Allah, pasti akan Allah jaga dari perkara yang sia-sia seperti ghibah
Selalu ingat bahwa di sisi kita ada malaikat yang sigap mencatat apa yang diucapkan atau perbuat.
ما يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya:
“Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Q.S. Qaaf:8)
3). Berkata baik atau diam
فَلْيَقُلْ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ
Artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata benar atau hendaklah ia diam.”(HR. Bukhari Muslim)
Mawas diri, karena kebanyakan kesalahan manusia berasal dari lidah, sudah sepatutnya mempertimbangkan apa-apa yang mau dibicarakan/sampaikan.
Dan ingatlah, saat berusaha untuk tidak menggunjingkan atau menutup aib seseorang, maka Allah juga melakukan hal yang sama untuk kita.
Itulah contoh kultum bahaya lisan karena sebab menggunjing yang bisa kamu sampaikan pada acara pesantren kilat Ramadhan 2023
Penulis: Pipih Shofiah
Editor : Aas Arbi











