SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Melalui akun media sosial Instagram @astratoltamer, pengelola jalan Tol Tangerang-Merak, Astra Tol Tangerang-Merak menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan tol yang mengalami kendala.
Upaya perbaikan perkerasan jalan berlubang di sejumlah titik pada jalan Tol Tangerang-Merak dilakukan Astra Infra Solution selaku penyedia layanan pemeliharaan jalan bersama mitra konstruksi PT Adhi Karya dan PT Acset Indonusa pada lokasi konstruksi penambahan lajur ketiga Cikande-Serang Timur (kilometer 52 sampai kilometer 72).
Tindakan yang sudah dan sedang dilakukan antara lain inspeksi titik-titik lubang baru dan genangan yang dapat merusak kualitas serta melakukan perbaikan penutupan lubang cepat 2×24 jam dengan metode patching dengan memperhatikan kondisi cuaca dan kepadatan traffic.
Selain itu, perbaikan lubang permanen secara bertahap sudah mulai dilakukan untuk area pelebaran dengan scrap full dan overlay serta menelusuri dan melakukan intensif pemeliharaan berkala sistem drainase untuk mencegah timbulnya lubang baru akibat genangan.
Apabila ada pengguna jalan yang ingin melaporkan terkait kendala yang dialami, maka bisa melaporkan gangguan ke sentral komunikasi.
Laporan itu maksimal 2×24 jam dan disertakan informasi nomor e-toll yang digunakan untuk transaksi saat kejadian.
Selain itu, dokumentasikan dan rinci laporan awal. Setelah laporan awal diterima, petugas akan melakukan verifikasi dan validasi laporan untuk selanjutnya dilakukan estimasi kerugian.
Kemudian setelah laporan klaim lengkap dan valid proses ganti rugi akan dilakukan maksimal dalam masa waktu 14 hari kerja.
Mekanisme klaim ganti rugi itu diposting @astratoltamer pada Rabu, 1 Maret 2023.
Meskipun begitu, netizen menanggapinya beragam. Misalnya saja akun @jokmobil_ “Sebelumnya terima kasih min sudah ditangani. Cuman alangkah baiknya jangan nunggu korban baru dibenerin tuh jalan. Inget min biaya tol naik jadi harus naik juga kinerjanya”.
Bahkan akun @timothy.isnaeni justru menuliskan “pernag ngelaporin kecelakaan via Twitter, eh malah akun Twitter kita diblok”.
Reporter : Rostinah
Editor : Aas Arbi











