Sementara itu Penanggung Jawab Program TBC dan HIV Puskesmas Ciwandan Asep Awaludin menjelaskan, sejak tahun 2018 Puskesmas Ciwandan sudah mengimplementasikan inovasi untuk memberantas TBC melalui program Berantas TBC dengan Pelayanan Terintegrasi atau BERAS TERASI.
“Pasien datang mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokter, pemeriksaan laboratorium dan mendapat obat dilakukan dalam satu tempat layanan, terpisah dengan pasien lain,” ujar Asep.
Menurut Asep, Puskesmas Ciwandan berkomitmen terhadap kesembuhan pasien TBC. Karena itu, jika pasien yang bersangkutan tidak bisa ke puskesmas karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, maka tenaga medis yang akan mendatangi rumah pasien tersebut.
“Kalau misalkan pasien tidak datang karena suatu perburukan kita tim dokter ke rumahnya untuk memeriksakan, jangan sampai perburukan ini menjadi penyebab kematian penyakit TBC tersebut. Karena kita kasihan juga kalau pasien karena suatu perburukan, keterbatasan dipaksa datang ke puskesmas,” paparnya.
Inovasi itu terbukti dengan tingginya tingkat kesembuhan pasien TBC di Kecamatan Ciwandan yang mencapai 98 persen.











