JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Profesor Ahmad Tholabi Kharlie dilantik menjadi Wakil Rektor UIN Jakarta. Pria kelahiran Cilegon 7 Agustus 1976 ini sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Syariah dan Hukum.
Tholabi merupakan putra dari pasangan KH Khaeruddin Ralie dan Hj Masrubiyah Afifi. Lahir di Kampung Kelelet, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.
Ia dilantik oleh Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar di lingkungan UIN Jakarta bersama sejumlah pejabat di lingkungan UIN Jakarta yakni Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Dr Imam Subchi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Profesor Ali Munhanif, dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Dr Din Wahid, Direktur Sekolah Pascasarjana Profesor Zulkifli dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjan Dr Yusuf Rahman,
Perihal penunjukan dirinya sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta, Tholabi berkomitmen membantu mewujudkan visi dan misi Rektor UIN Jakarta.
“Sebagai Wakil Rektor bidang Akademik, tentu saya akan membantu merealisasikan visi dan misi Rektor di bidang akademik,” ujar Tholabi dalam keterangan tertulis usai pelantikan di Auditorium Harun Nasution, UIN Jakarta, Jumat (10/3/2023).
Tholabi yang sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta ini menyebutkan, untuk menguatkan kualitas pendidikan UIN Jakarta, pihaknya berkomitmen meningkatkan mutu pembelajaran melalui peningkatan mutu dan kualifikasi dosen, metodologi pembelajaran, media pembelajaran, materi pembelajaran, penguatan aspek administrasi akademik, serta publikasi internasional oleh dosen.
“Semua langkah tersebut dimaksudkan untuk menguatkan akademik yang berintegritas dan berorientasi untuk mewujudkan peradaban kemanusiaan,” urai Tholabi.
Pada aspek peningkatan rekognisi kelembagaan, saat ini tengah dilakukan persiapan akreditasi internasional untuk program studi. “UIN Jakarta tengah menyiapkan akreditasi internasional lebih dari 60 program studi. Ini ikhtiar strategis dalam rangka meraih rekognisi global,” terang Tholabi.
Lebih lanjut Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se Indonesia ini menyebutkan, tantangan UIN Jakarta ke depan semakin kompleks. Menurut dia, UIN Jakarta harus menjawab tantangan zaman dengan mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing global.
“Satu hal yang harus kita ikhtiarkan bersama-sama adalah menghidupkan kembali UIN Jakarta sebagai kampus pembaru pemikiran Islam dan pada saat yang sama terus memperkuat integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan,” tandas Tholabi. *
Editor: Aas Arbi











