Sururi menambahkan, proporsional atau sistem pemilu memiliki korelasi dengan partisipasi politik masyarakat secara berdaulat dan partisipasi masyarakat sebagai warga yang mempunyai hak politik.
Sistem pemilu tertutup ini sangat membutuhkan kedewasaan Parpol yang benar-benar menjadi representasi kepentingan seluruh masyarakat dan mampu menjalankan peran dan fungsinya.
“Boleh saja berwacana tertutup akan tetapi harus dalam konteks jangka panjang dengan catatan Parpol sudah benar menjalankan fungsinya dengan baik. Parpol harus benar menjalankan pendidikan politiknya, tidak hanya untuk rakyat tetapi juga bagi anggota Parpol itu sendiri,” pandangnya.
Sururi pun berharap jika Parpol benar-benar memberikan ruang dekat untuk masyarakat, dan selalu membela masyarakat dengan menghasilkan produk hukum atau mengkritisi setiap kebijakan Pemerintah yang bertentangan dengan kesejahteraan rakyat.
“Parpol harus total merakyat untuk rakyat dan ini bukan hanya jargon yang hanya terus disuarakan menjelang Pemilu. Efeknya Parpol akan berjarak dengan rakyat, Parpol kurang memahami psikologis masyarakat karena semuanya berdasarkan kepentingan elit Parpol,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











