Meriska mengatakan, bagi pengunjung yang tidak suka coba-coba terhadap makanan asing, restonya juga menyediakan makanan umum seperti ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng, kwetiau, nasi goreng, salad dan lain-lain.
Selain menyajikan penganan khas Belitung, Ated Coffee juga menyediakan minuman kopi khas Belitung. Kopi di tempat ini disuguhkan dengan gelas berukuran cukup besar.
Kopinya sendiri memiliki citarasa yang kuat. Tak heran, usai meminum kopi khas Belitung ini, rasa kopinya masih tertinggal dan menempel di tenggorokan cukup lama.
Kopi khas Belitung juga dapat disajikan panas maupun dingin dan dapat ditambah dengan susu, jika ingin menambah aroma kopi yang lebih nikmat. Selain kopi khas Belitung, ada juga teh tarik susu yang juga khas Belitung.
Aromanya tidak jauh berbeda dengan teh tarik pada umumnya, hanya saja teh tarik susu khas Belitung tidak mengeluarkan busa menggumpal di atas gelasnya.
Harga teh tarik susu sendiri cukup terjangkau, hanya Rp12 ribu satu gelasnya. Terkait dengan kopi khas Belitung, Meriska menjelaskan bahwa kopi Belitung sendiri sebetulnya bukan ditanam di tanah Belitung, melainkan didatangkan dari luar Belitung, seperti dari Provinsi Lampung.
Oleh masyarakat Belitung kemudian kopi dari luar tersebut diolah dan terciptalah kopi khas Belitung. “Karena nenek moyang orang Belitung suka sekali meminum kopi, mereka akhirnya mengolah sendiri kopinya,” ujar Meriska. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











