RADARBANTEN.CO.ID- Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Sirojusshibyan rutin menggelar tarhib Ramadan setiap tahun dengan pawai dan berziarah ke makam Syekh Maulana Maghribi.
MDTA merupakan satuan pendidikan kegamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam sebagai pelengkap bagi siswa SD atau madrasah ibtidaiyah sederajat.
Tarhib Ramadan kali ini diikuti oleh puluhan santri dan beberapa wali santri dari jenjang TPQ dan MDTA.
Kegiatan tarhib diawali dengan pawai keliling kampung sebagai syiar Ramadan, membawa serta atribut dan perlengkapan pawai.
Kemudian dilanjutkan berziarah ke makam keramat Syekh Maulana Maghribi Mantare dengan berjalan kaki. Secara kebetulan, lokasi MDTA tidak begitu jauh dari makam.
Makam keramat Syekh Maulana Maghribi terletak tidak jauh dari pusat pemerintah Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kampung Kumalirang, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang.
Anak-anak begitu antusias mengikuti kegiatan tarhib Ramadan. Sepanjang perjalanan mereka tak henti melantunkan salawat.
Suasana alam yang masih asri, begitu memanjakan mata dan menenangkan hati.
Hamparan sawah dan perkebunan turut menemani perjalanan menuju ke lokasi makam.
Menjelang Ramadan seperti sekarang, makam keramat Syekh Maulana Maghribi Mantare ramai dikunjungi peziarah, baik dari warga lokal, maupun luar kota.
Ada yang datang menggunakan bus, pick up, angkot, dan lainnya.
Area parkir di sekitaran makam cukup luas, tetapi untuk bus tidak diperkenankan parkir di sana.
Selain akses jalan yang tidak bisa dilalui bus, juga banyak kabel listrik dan internet di sepanjang jalan perkampungan menuju lokasi makam.
Jadi, untuk mobil bus biasanya parkir di area yang sudah disiapkan di luar area pemakaman.
Fasilitas di tempat makam terawat dengan baik, seperti musala, tempat wudu, kamar mandi untuk perempuan dan laki-laki masing-masing 9 pintu.
Tersedia juga warung-warung di sekitar makam yang menjajakan minuman dan makanan untuk para peziarah.
Kegiatan Tarhib Ramadan ditutup dengan bacakan atau makan bersama di tempat sekitaran makam.
Menurut Vivi Vidiyati, pendidik MDTA Sirojusshibyan, kegiatan tarhib Ramadan yang diisi dengan pawai dan berziarah ini untuk membekali anak-anak dalam persiapan menyambut kedatangan bulan Ramadan 1444 Hijriah.
“Berziarah ke makam waliyullah atau leluhur merupakan bagian dari tradisi masyarakat Banten menjelang Ramadan. Juga sebagai wujud syukur kepada Allah karena sebentar lagi akan dipertemukan dengan bulan mulia,” ungkap Vivi.
Itulah keseruan anak-anak MDTA Sirojusshibyan dalam kegiatan menyambut atau tarhib Ramadan.
Penulis: Pipih Shofiah
Editor: Aas Arbi











