SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini tengah melakukan pendataan terhadap lahan pertanian di seluruh daerah di Indonesia yang terdampak bencana alam hingga mengalami puso.
Di Banten, pendataan dilakukan BNPB yang diwakili oleh Kakordalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI Lukmansyah bersama dengan BPBD Banten, Dinas Pertanian dan juga Pemerintah Daerah.
Data sementara yang diperoleh, pada periode bulan Desember 2022 hingga Maret 2023, terdapat 968,66 Hektare (Ha) lahan sawah di Banten yang mengalami puso.
“Saya datang ke sini untuk mencari data tentang tanaman padi yang rusak akibat banjir khusus tahun ini dari bulan Januari hingga Maret 2023,” kata Lukmansyah, Senin 27 Maret 2023.
Katanya, data sementata berupa 968,66 Ha lahan sawah itu perlu dilakukan verifikasi untuk memastikan kebenarannya.
“Tadi dari BPBD menyampaikan bahwa ada 900 Ha lebih lahan yang mengalami puso, nah itu perlu diverifikasi kebenarannya,” katanya.
Lukmansyah menerangkan, pendataan juga dilakukan dengan menghitung kerugian yang dialami oleh para petani.
“Kita akan mendata kira-kira kerugiannya berapa, dilihat dari produksinya, ongkos produksi, sewa lahan dan hasil atau pendapatan,” terangnya.
Ditanya apakah akan ada program untuk menangani ratusan lahan sawah yang mengalami puso itu, Lukmansyah mengaku bahwa dirinya hanya berfokus pada pendataan saja. Yang mana, data itu nantinya akan disampaikan ke Presiden RI Joko Widodo oleh Kepala BNPB.
“Selebihnya akan menjadi keputusan presiden, tugas kita hanya mendata saja,” ungkapnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











