Titin (50) salah satu pelanggan Aetra yang bermukim di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja juga mengungkapkan, tidak bisa tidur jika ditagih oleh petugas Aetra, karena petugas tersebut mengancam jika tidak dibayar, maka hari itu juga akan di putus jaringannya.
“Iya saya mikirin pak, sampe gak bisa tidur kalau udah ditagih sama petugas Aetra itu, soalnya nadanya sambil mengancam kalau gak dibayar maka akan diputus,”keluhnya di hadapan Bapeda dan direksi Aetra.
Titin menambahkan, dirinya menunggak pembayaran tidak sampai hingga dua bulan, namun petugas itu datang tanpa permisi langsung memutus jaringan yang ada di rumahnya.
“Padahal baru bayar, tapi malah diputus juga,”tutupnya.
Sementara, Presiden Direktur PT.Aetra Air Tangerang Muhammad Fauzan mengatakan, tidak normalnya air yang mengalir terhadap pelanggan yang ada di Kecamatan Balaraja dan Jayanti faktor teknis. Terdapat kebocoran pipa yang berada di jalan raya Serang, Cikupa. Ditambah dengan kondisi debit air yang ada di Sungai Cisadane berkurang, yang mengakibatkan distribusi air ke wilayah itu menjadi tersendat.
“Namun saat ini kami telah melakukan perbaikan kebocoran pipa tersebut yang ada di Cikupa, dan mudah-mudahan setelah lebaran distribusi air akan kembali normal ke wilayah Kecamatan Balaraja dan Jayanti,”pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Ahmad Lutfi











