TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kebanyakan dari kita mungkin belum tahu bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel memiliki layanan rehabilitasi pecandu narkoba secara gratis.
Layanan rehabilitasi bagi pecandu narkoba ini dapat diakses dengan mendatangi Kantor BNN Tangsel di Jalan Raya Serpong, samping Kantor Kecamatan Setu.
Dokter Ahli Muda BNN Kota Tangsel Dr Edy Kurniawan mengatakan, masyarakat yang memiliki ketergantungan dengan narkoba dan ingin bebas dari narkoba tidak perlu ragu untuk melakukan rehab di BNN Tangsel.
Menurutnya, pecandu narkoba tidak akan ditangkap saat ingin rehab di BNN, justru akan mendapat perawatan. Layanan rehabilitasi di BNN Tangsel sendiri sifatnya rawat jalan, dimana pasien akan menerima perawatan berkala oleh petugas BNN Tangsel.
Adapun bagi pecandu narkoba yang ingin mendapat layanan rehab cukup mendatangi kantor BNN Tangsel didampingi keluarga dengan menunjukan KTP dan mengisi formulir pendaftaran. Petugas BNN kemudian akan melakukan skrining melalui ASSIST (Alcohol, Smoking, Substance Use Involvement Screening and Testing), untuk melihat tingkat risiko pasien.
“Dari situ akan kelihatan apakah risikonya nol, rendah, sedang atau tinggi. Untuk tingkat risiko nol sampai rendah, maka bisa rawat jalan di Kantor BNN Tangsel. Kita juga sedang mengembangkan layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di dua lokasi, Sawah Baru dan Pondok Cabe Ilir, kalau pasien domisilinya ada disitu, maka kita rujuk rawat jalan disitu,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 6 April 2023.
Menurutnya, jika pemeriksaan ASSIST diketahui risiko pasien sedang hingga tinggi, maka akan dilakukan asesmen untuk mengetahui apakah masih dapat dilakukan rawat jalan atau dirujuk rawat inap di Balai Besar Rehabilitasi Lido, Bandung, Jawa Barat.
“Baik rawat jalan di kantor BNN Tangsel maupun rawat inap di Lido, Bandung itu semuanya gratis. Tidak ada biaya yang dibebankan kepada penyalahguna narkoba,” tegasnya.
Menurut Dr Edy, jika harus dilakukan rawat inap dan tidak ingin jauh-jauh ke Lido, Bandung, ada alternatif lain yakni bisa mendatangi rawat inap Yayasan rehabilitasi Mata Hati, di Ciputat atau ke Yayasan rehabilitasi Galigo, di Melati Mas, Serpong.
“Kalau didua Yayasan yang sudah bekerjasama dengan kami ini berbayar. Tarifnya diatas Rp 10 juta- Rp 11 juta, tergantung kelasnya. Tapi kalau tidak mampu bisa ke Lido, Bandung,” jelasnya.
Dr Edy mengatakan, metode penyembuhan untuk pencandu narkoba sendiri tidak menggunakan obat, melainkan melalui upaya konseling, wawancara motivasional, terapi perilaku kognitif, konseling keluarga.
“Yang perlu ditegaskan, bahwa rehabilitasi itu tidak seperti mencuci pakaian yang langsung bersih. Tujuan rehab adalah merubah perilaku pasien, meningkatkan motivasi pasien, dan menguatkan pasien untuk mau berubah,” ujarnya.
Diketahui, layanan rehabilitasi di BNN Tangsel sendiri sudah ada sejak tahun 2015. Namun, belum banyak masyarakat pecandu narkoba yang tahu dan berinisiatif untuk direhab. Kebanyakan pasien rehabilitasi BNN Tangsel adalah mereka yang awalnya tertangkap polisi dan diserahkan ke BNN Tangsel untuk direhab.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Abdul Rozak











