PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Perkumpulan Maha Bidik Indonesia (PMBI) Moch Ojat Sudrajat mengaku geram terhadap adanya orang menuding SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang bermain kotor dalam proses seleksi penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2023-2024.
Pernyataan itu disampaikan Ojat menyikapi adanya kabar kalau seleksi masuk di SMAN CMBBS tahun ajaran 2023-2024 di Pandeglang, Provinsi Banten, dituding bermasalah. Mulai dari dugaan adanya permainan uang sampai tudingan adanya keharusan pembelian buku.
Menurut Ketua Perkumpulan Maha Bidik Indonesia (PMBI) dan juga wali siswa Moch Ojat Sudrajat, tudingan itu dikhawatirkan memberikan efek negatif terhadap kejiwaan peserta didik yang seolah-olah telah bermain curang masuk ke SMAN CMBBS.
“Bahwa saya sendiri, mengalami langsung anak saya mendaftar dan mengikuti seleksi tes di SMAN CMBBS. Jadi tidak serta bisa masuk begitu saja tetapi memang melalui seleksi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 9 April 2023.
Ojat mengakui, dua anaknya ikut tes seleksi tahun 2018 dan tahun 2020. Anaknya yang ikut tes tahun 2018 dinyatakan tidak lulus.
“Saat itu tidak lulus pas tes akhir yaitu tes wawancara. Akan tetapi anak saya yang tahun 2020 alhamdulillah lulus,” katanya.
Ojat menegaskan, serangkaian tes itu dilakukan secara profesional. Saat anaknya yang tahun ajaran 2018 tidak lulus dirinya menerima keputusan tersebut.
“Karena memang saya mengalami langsung ketika mendaftar jadi tidak ada keharusan atau kewajiban bagi calon siswa untuk membeli buku panduan tes seleksi di SMAN CMBBS. Ada juga yang dimaksud adalah buku soal-soal tes akademik seleksi masuk SMAN CMBBS tahun-tahun sebelumnya, dan itu pun bersifat sukarela, boleh beli dan tidak pun tidak apa-apa,” katanya.
Jadi adanya kabar tudingan itu tidak benar. Apalagi sampai ada tudingan ada permainan uang masuk SMAN CMBBS.
“Tudingan itu tentunya harus berdasarkan bukti agar tidak menjadi fitnah. Jika memang ada maka sebaiknya laporkan orangnya,” katanya.
Ojat menyarankan, kepada para orangtua yang anaknya tidak lulus seleksi agar lebih bijak ketika memang punya prestasi maka daftarlah ke jalur prestasi sudah dipersiapkan. Kemudian jika pun akan mengkritik terkait PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di CMBBS akan lebih bijak jika disampaikan secara legal dan santun.
“Serta melalui saluran yang lebih tepat yakni ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Agar permasalahan dapat diselesaikan secara baik bukan karena fitnah,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











