Metode ini dilakukan dengan menekan seluruh organ tubuh hingga berbunyi kretek-kretek. Pasien yang berobat sebagian besar memiliki keluhan seperti saraf terjepit, nyeri punggung, hingga sakit kepala berkepanjangan.
Hampir seluruh organ tubuh yang bertulang bisa berbunyi kretek ketika ditekan atau ditarik, termasuk dua daun telinga yang berbuyi kretek saat ditarik.
Meski demikian, pasien tak kesakitan, bahkan sebaliknya merasa lebih nyaman dan lega setelah terdengar bunyi kretek-kretek.
Lalu, benarkah pengobatan ini bisa menyembuhkan dislokasi?
Dislokasi memang dapat menyebabkan sakit nyeri dan sangat mengganggu. Masyarakat umum percaya melakukan kretek tulang punggung atau menekan punggung hingga muncul bunyi “krek” untuk mengatasi rasa nyeri tersebut.
Tapi, masih ada pro dan kontra mengenai kebiasaan kretek tulang ini terkait dengan bahayanya buat kesehatan.
Kretek tulang adalah istilah untuk menekan tulang punggung guna menghasilkan bunyi “krek” pada orang yang merasakan nyeri punggung. Kretek tulang bisa dilakukan sendiri dengan memutar panggul, bisa juga dengan meminta bantuan orang lain untuk menekan sambil mengangkat punggung.
Suara “krek” yang muncul terjadi karena perubahan tekanan udara di sendi tulang. Bunyi itu seolah-olah menjadi tanda bahwa nyeri punggung sudah teratasi dengan kretek tulang.
Menurut para ahli, kretek tulang tidak berbahaya asalkan dilakukan secara wajar dan benar.
Akan tetapi, kretek tulang bisa jadi malah menambah rasa nyeri bila keliru melakukannya. Maka, sebaiknya datangi ahli osteopatik atau chiropractor untuk meminta bantuan kretek tulang yang aman. (nna/don)











