RADARBANTEN.CO.ID – Penyakit cacingan merupakan salah satu penyakit menular yang bisa menimbulkan banyak penyakit terhadap penderitanya.
Penyakit cacingan saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.
Saat terjangkit penyakit cacingan akan menyebabkan penderita mengalami penurunan kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas.
Menurut Analisis Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul dr Dwi Rany Widiyastuti, cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah.
“Yakni melalui cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk, (Trichuris trichiura) dan cacing tambang ( Ancylostoma duodenale, Necator americanus),” katanya dikutip dari Website @dinkesgunungkidulkab.go.id, Rabu, 10 Mei 2023.
Pada saat kena cacingan, dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitasnya. Kemudian akan banyak kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah.
“Sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia. Orang kena cacingan dapat diketahui dari hasil pemeriksaan tinjanya yang mengandung telur dan atau cacing,” katanya.
Cacingan disebabkan oleh infeksi parasit cacing masuk ke dalam tubuh dengan cara yang beragam. Di antaranya menyentuh benda atau objek yang terkontaminasi telur cacing karena tidak mencuci tangan.
“Lalu mengonsumsi makan ataupun cairan yang mengandung telur cacing. Berjalan tanpa menggunakan alas kaki di atas tanah yang mengandung cacing.
Konsumsi makanan mentah atau kurang matang yang mengandung cacing,” katanya.
Gejala cacingan sangat beragam, bergantung pada jenis cacing yang menginfeksi. Ditandai dengan ditemukannya cacing dalam feses atau saat buang air besar.
“Memiliki ruam kemerahan, gatal, dan berbentuk seperti cacing pada kulit.
Mengalami diare atau sakit perut selama lebih dari dua minggu,” katanya.
Tanda lainnya, mengalami konstipasi atau sembelit. Lalu perut yang terlihat bengkak atau kembung, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
“Merasakan gatal hebat pada area anus, terutama pada malam hari. Reaksi pada kulit, seperti ruam, biduran, dan reaksi alergi lainnya pada kulit,” katanya.
Merasa gelisah dan kecemasan yang ditimbulkan karena adanya iritasi akibat zat beracun dan sisa metabolisme cacing kepada sistem saraf pusat manusia. Merasa lelah dan kurang tenaga.
“Bahkan bisa juga ditandai rasa nyeri sendi dan otot. Sedangkan kalau pada anak dapat timbul gejala tumbuh kembang yang terhambat, dan kaki gajah,” katanya.
Setiap satu ekor cacing dapat menghisap darah, karbohidrat dan protein dari tubuh manusia. Cacing gelang dapat menghisap 0,14 gram karbohidrat dan 0,035 gram protein.
“Cacing cambuk menghisap 0,005 mililiter darah, dan cacing tambang menghisap 0,2 mililiter darah. Sekilas memang angka ini terlihat kecil, tetapi jika sudah dikalkulasikan dengan jumlah penduduk, prevalensi, rata-rata jumlah cacing yang mencapai 6 ekor per orang, dan potensi kerugian akibat kehilangan karbohidrat, protein dan darah akan menjadi sangat besar,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











