TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah inklusi tingkat SMA di Kota Tangerang belum ada. Ini menjadi sorotan Ketua Ketua Komisi Nasional (Komnas) Disabilitas Republik Indonesia Periode 2022 -2026, Dr Dante Rogmalia.
Dante pun mengaku jika pihaknya hingga saat ini masih berkomunikasi dengan Pemprov Banten untuk merealisasikan hal tersebut.
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Disabilitas Republik Indonesia Periode 2022 -2026, Dr Dante Rogmalia mengatakan, pihaknya berharap semua sekolah tingkat SMA di Banten dapat menerima anak-anak disabilitas.
“Dari Komnas Disabilitas mengharapkan jangan ada label sekolah inklusi. Kalau ada sekolah inklusi, maka sekolah lain tidak inklusi. Dan filosofinya, sekolah inklusi itu adalah semua sekolah harus menerima semua anak termasuk disabilitas,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 27 Mei 2023 lalu.
Dante mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan DPRD Banten mengenai hak anak disabilitas di Banten.
“Kami baru bertemu sekitar dua kali dengan Ketua DPRD menyampaikan tentang sosialisasi Komnas Disabilitas meningkatkan mutu pendidikan. Kami akan berdiskusi lagi dengan Pemprov Banten secara spesifik mengenai strategi pendidikan agar dapat disediakan bagi setiap anak khususnya disabilitas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Pemprov Banten terkait pendirian sekolah inklusi tingkat SMA.
Dimana, nantinya, sekolah SMA yang berlokasi di Kota Tangerang dapat dijadikan sekolah inklusi.
“Kita sudah mengimbau kepada Provinsi Banten untuk bisa menjadikan sekolah SMA yang ada di Kota Tangerang menjadi sekolah inklusi,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 10 Maret 2023 lalu.
Arief mengatakan, pihaknya juga mendorong Pemprov Banten membuat Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Tangerang.
“Kemarin juga sudah saya bicarakan dengan pak Gubernur, dan pak Gubernur sudah mempertimbangkan. Mudah-mudahan terealisasi paling lambat tahun depan,” tambahnya.
Arief mengatakan, dengan jumlah penduduk sebanyak dua juta jiwa yang masalah sekolah inklusi tingkat SMA harus mendapat perhatian pemerintah.
“Dengan jumlah penduduk sebanyak dua juta jiwa, masyarakatnya memiliki kelebihan dan banyak yang memiliki keterbatasan. Ini harus kita fasilitasi lebih baik agar SDM di Kota Tangerang lebih baik,” tambahnya. (*)
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Agus Priwandono











