SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten kembali menggelar kegiatan Sadar Lalu lintas Sejak Dini (SALUD) di SDN 1 Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa 30 Mei 2023.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang berlalulintas yang baik dan benar.
Pada usia ini anak merupakan masa dimana terbentuknya karakter, sehingga diharapkan mampu membangun pribadi-pribadi yang handal dan tertanam budaya tertib berlalulintas.
“Dishub Banten memiliki sebuah program pengenalan dan pembelajaran cara berlalulintas untuk anak-anak usia dini. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan guru-guru sekolah yang membidangi pendidikan SD/MI,” kata Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo.
Sasaran pada program SALUD ini adalah untuk sekolah yang bersinggungan langsung dengan jalan raya. Menurutnya, sosialisasi SALUD sangat penting untuk keselamatan anak-anak.
“Kita berikan edukasi sesuai usia mereka agar tidak terlalu monoton dan juga ada badut Zeta untuk menemani mereka belajar tentang lalu lintas,” ucapnya.
Melalui pendidikan SALUD, ia berharap generasi muda dapat menanamkan sikap yang menunjukkan kesadaran yang tinggi akan keselamatan berlalulintas.
“Semoga siswa-siswi mampu mengaplikasikan kesadaran lalu lintas, sehingga bisa meningkatkan kewaspadaan dalam berlalulintas,” harapnya.
Perwakilan SDN 1 Pabuaran Edih Suhaedi mengungkapkan, kegiatan SALUD sangat membantu bagi keselamatan dan pengetahuan siswa akan lalu lintas. Dirinya juga meminta kepada Dishub untuk memberikan zebra cross di SDN 1 Pabuaran.
“Sekolah kami merupakan jalur wisata, hari Sabtu kita masih sekolah, jadi kadang banyak kecelakaan yang terjadi, karena tidak adanya rambu-rambu lalu lintas, jadi kita harap nanti akan diberikan Zebra Cross,” ungkapnya.
Menjawab hal tersebut, Bina Keselamatan Lalu Lintas Dishub Banten Kholid menuturkan, akan secepatnya membantu SDN Pabuaran 1 dalam pembuatan Zebra Cross.
“Nanti akan kita buatkan zebra cross sesuai permintaan sekolah untuk keselamatan. Apalagi ini sekolah bersinggungan langsung dengan jalan utama,” tuturnya.
Kholid menambahkan, berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini hanya ada 3 sekolah yang diberikan Edukasi SALUD.
“Kami prioritaskan bagi sekolah yang di pinggir jalan, karena sangat beresiko sekali akan terjadinya kecelakaan, kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman tentang rambu-rambu lalu lintas,” tambahnya.
Reporter : Eko Fajar
Editor : Mastur











