SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan buruh mengepung Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) di Kota Serang, Selasa, 6 Juni 2023.
Mereka berasal dari berbagai organisasi serikat buruh di Banten, seperti Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Federasi Serikat Pekerja Nasional Indonesia (FSPNI).
Berdasarkan pantauan, di antara ribuan buruh, ada beberapa orang yang terlihat menggunakan atribut dari Partai Buruh. Bahkan, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, tampak hadir dalam aksi demonstrasi.
Seperti berkampanye, para peserta aksi juga terlihat mengibarkan bendera Partai Buruh, lengkap dengan nomor urut pada Pemilu 2024 nanti, yakni nomor urut 6. Dan menyanyikan mars Partai Buruh.
Selain mewarnai aksi dengan atribut, terdapat peserta aksi yang membagikan pers rilis.
Tidak hanya pers rilis berisikan tuntutan aksi, melainkan dilengkapi dengan sebuah brosur yang berisikan janji-janji Partai Buruh.
Sedikitnya, ada 16 janji. Yakni, jika Partai Buruh menang Pemilu 2024, maka gaji buruh akan naik 15 persen.
Kemudian, penghapusan outsourcing, PHK dipersulit, cari kerja gampang, dan pesangon dibesarkan.
Aksi kampanye Partai Buruh ditanggapi oleh akademisi sekaligus Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Serang, Ahmad Sururi.
“Iya, idealisme Partai Buruh diuji di tahun politik,” ujar Sururi.
Presiden FSPNI, Riden Hatam Aziz mengatakan, dalam aksi ini pihaknya membawa isu penolakan Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) dan pencabutan Permenaker Nomor 5 Tahun 2023.
“Aksi ini serentak dilakukan di kawasan Pemerintahan Provinsi di seluruh Indonesia. Untuk hari ini, sedikitnya akan ada 2.000 buruh yang berunjuk aksi di KP3B ini,” kata Riden.
Riden yang juga sebagai Ketua Mahkamah Partai Buruh mengatakan, dalam aksi ini pihaknya juga turut menyuarakan aturan parlementary threshold pada Pemilu 2024 nanti. Yang mana, Partai Buruh meminta empat persen parlementary threshold.
Ia menuturkan, walaupun banyak isu yang menyebut Partai Buruh telah condong kepada salah satu Calon Presiden (Capres), yakni Ganjar Pranowo, namun hingga kini pihaknya belum menentukan.
Menurutnya, Partai Buruh juga harus bisa memilih Capres yang sesuai dengan visi misi Partai Buruh. Pihaknya tidak ingin memilih Capres yang dekat dengan oligarki.
Ia menyebut, secara internal Partai Buruh akan membahas guna menentukan sikap kepada siapa dukungan dari tiga nama Capres yang sudah ada.
“Sebelum fix, nanti kita akan bikin kuesioner dan mengirimkannya kepada anggota-anggota partai buruh dan konvensi tadi mana yang akan dipilih,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











