PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ruang Kepala SD Negeri Banjarsari 2, di Desa Banjarsari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang ambruk.
Akibatnya, satu unit rumah milik Fatmawati warga setempat mengalami rusak ringan akibat tertimpa tembok bangunan.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka karena bangunan ambruk di luar jam sekolah. Serta saat kejadian tidak ada orang melintas.
Kepala SD Negeri Banjarsari 2, Ii Sulastini mengatakan, bangunan sekolah ambruk pada Jumat, 16 Juni 2023, sekira pukul 15.00 WIB.
“Ketika hujan deras. Dampaknya menimpa rumah warga hingga mengakibatkan kerusakan pada atap dan kaca jendela kamar pecah,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 17 Juni 2023.
Syukur alhamdulilah warga pemilik rumah baik. Memaafkan kepada pihak sekolah.
“Rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat dampak dari robohnya tembok bangunan ruang kepala sekolah. Insyaallah kami akan musyawarah dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Komite dan pemilik rumah, dan saya sendiri selaku Kepala Sekolah, akan mencari solusi yang terbaik,” katanya.
Bangunan ini sudah sangat lapuk. Soalnya dibangun sejak tahun 1996. Sebelumnya ini ruangan penjaga sekolah.
“Kemudian dijadikan ruang kepala sekolah dibangun tahun 1996, sampai sekarang belum ada rehab hingga akhirnya ambruk,” katanya.
Ii mengungkapkan, dirinya menjadi kepala sekolah baru dua tahun dan sudah mengusulkan agar dilakukan rehab. Namun belum direalisasikan.
“Akhirnya ruangan kepala sekolah pindah ke ruangan guru dan ruangan ini ditinggalkan kosong. Karena memang khawatir akan menimpa kami,” katanya.
Pemilik rumah Fatmawati mengaku, kaget saat tembok sekolah roboh menimpa rumahnya.
“Kaget aja ya dadakan robohnya. Tau tau ambruk saja anak saya lagi tidur di rumah, anak saya sampai ketakutan nangis kejeur,” katanya.
Akibat tembok sekolah roboh, menyebabkan rumahnya mengalami kerusakan pada bagian dapur, kamar dan atap rumah. Saat ini kondisi atap rumah juga bocor.
“Kemarin kan pas kejadian ujan lagi jadi rumah banjir. Harapannya semoga segera ada perbaikan lah,” katanya.
Waktu pas kejadian itu, anak yang masih kecil lagi tidur. Sementara dirinya tengah berada di rumah tetangga.
“Pas mendengar suara bruk langsung lari melihat bangunan sekolah menimpa rumah. Pas kejadian itu kayak ada gempa karena tembok rumah sampah bergetar, terus saya berteriak tolong tolong enggak ada orang karena memang sepi dalam kondisi hujan dan untungnya anak saya yang kecil dari tadinya tidur di kamar pindah ke ruang tengah sehingga tidak sampai kena serpihan kaca pecah dari jendela,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











