SERANG, RADARBANTEN. CO. ID – Kasus pembunuhan seorang orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak telah menghebohkan publik. Bagaimana tidak, pembunuhan ini dilakukan oleh empat orang bocah yang diketahui berinisial MA (15), AD (16), MI (14) dan HB (13).
Mereka yang masing-masing masih duduk dibangku sekolah baik tingkat SD dan SMP ini melakukan aksinya dengan cara yang terbilang sadis. Mereka sebelumnya menganiaya dengan memukuli korban, dan mengikat korban dengan tali tambang. Terakhir, pelaku juga membakar korban yang menyebabkan korban meregang nyawa.
Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina mengaku miris dengan kasus yang dilakukan oleh anak di bawah umur itu. Pihaknya pun kini tengah melakukan pendampingan kepada para pelaku.
“Ya, ini menjadi pembelajaran bersama bahwa sekarang ini anak-anak tidak hanya menjadi korban, tapi ternyata dia juga menjadi pelaku. Oleh karena itu kewaspadaan dari orangtua menjadi sangat penting untuk mengecek berulangkali posisi anak berada di mana dan sedang apa,” ujarnya, Rabu 21 Juni 2023.
Nina mengatakan, selain pendampingan pihaknya pun akan mencari tau apa penyebab yang melatarbelakangi para pelaku melakukan hal sadis tersebut.
“Kita cari tau apa penyebabnya, apakah pengaruh dari penggunaan handphone kah, pergaulan atau hal lainnya. Ini perlu kita cari tau, ” kata Nina.
Menurutnya, hal seperti ini tidak bisa lagi ditoleril. Pihaknya pun menegaskan, guna mencegah hal serupa terjadi maka diperlukan pengawasan penuh dan didikan dari orangtua terhadap pergaulan para anak.
“Yang berperan kan sebenarnya keluarga. Karena bagaimana pun juga keluarga memiliki tanggungjawab terhadap keberadaan anak, terhadap kondisi anak, berada di mana,” ungkapnya.
“Untuk yang lain ya agar anak-anak artinya dipantau, dia berada di mana, dengan siapa, menggunakan apa, berteman dengan siapa, terus sedang mengerjakan apa, itu harus dipantau,” imbaunya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aditya











