SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten mencatat hingga bulan Mei 2023 sedikitnya terdapat 1,226 warga Banten yang mengadu nasib menjadi tenaga imigran.
Mereka mengadu nasib untuk menjadi tenaga imigran dibeberapa negara baik di benua Eropa, maupun Asia.
Kepala BP3MI Banten Dharma Saputra mengatakan, di tahun 2023 ini pihaknya sudah memberangkatkan 6,624 tenaga imigran. Dari jumlah itu, 1,226 di antaranya merupakan warga Banten yang berasal dari delapan Kabupaten dan Kota di Banten.
“Hingga bulan Mei ini kita sudah berangkatkan 6,624 tenaga imigran, tapi yang warga Banten hanua 1,226 orang saja. Itu disebabkan banyak warga di luar Banten yang memanfaatkan layanan kita dibandingkan warga Banten sendiri,” kata Dharma kepada Radar Banten, Rabu 21 Juni 2023.
Katanya, penyumbang tenaga imigran terbanyak berasal dari Kabupaten Serang yang mencapai 377 orang. Mereka mengadu nasib ke luar negeri untuk menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT), bidang manufaktur, dan welder las. Mereka banyak bekerja di negara Malaysia, Taiwan dan beberapa negara lainnya.
Menurutnya, penyumbang terbesar penangguran terbesar di Banten saat ini masih disumbang oleh lulusan SMA/SMK. Padahal katanya, peluang bekerja di luar negeri sangatlah tertinggi dan tentunya sangat menggiurkan.
“Yang jadi tantangan kita saat ini adalah cara merubah midset, bagaimana mengubah midset lulusan SMA/SMK sebagai salah satu penyumbang besar penganguran harus dicermati bahwa peluang kerja luar negeri bisa diraih. Misalnya jadi bagian teknis mesin, bagian manufaktur, pabrik, dan welder las. Peluangnya banyak, dan tentunya jika secara prosedural itu gajinya besar dan jaminannya jelas, ” kata Dharma.
Ia menuturkan, ditahun 2022 pihaknya memberangkatkan 12.668 pekerja imigran. Namun, yang ber-KTP Banten hanya 1.764 orang saja. Pihaknya pun kini tengah mengencarkan agar banyak warga Banten mau untuk melihat peluang kerja di luar negeri namun secara prosedural.
“Sekarang kita lagi jalin MoU dengan Pemda untuk mensosialisasikan program ini, kita sosialisaikam hingga pelosok desa. Saya pingin di tahun 2023 ini minimal 3.000 warga Banten berangkat kerja ke luar negeri, ” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aditya











