SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Kurangnya ketersediaan bahan pokok di Kota Serang akibat petani yang lebih memilih menjual hasil panennya ke luar daerah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang, Sony August mengatakan, hilirsasi pada hasil pertanian Kota Serang masih terbatas.
Selain itu, ketidaksesuaian keinginan para petani soal harga penjualan hasil panennya juga menjadi faktor penyebab ketersediaan bahan pokok di Kota Serang kekurangan.
“Sehingga masih membingungkan untuk cabai, misalnya ketika petani lokal menjual barangnya di sini, tentu harganya akan murah. Mereka mencari pasar yang menerima dengan harga tinggi, seperti di Tanah Tinggi Kota Tangerang,” ujarnya, Senin 3 Juli 2023.
Sony menjelaskan, untuk bawang Kota Serang hanya mengandalkan satu lokasi saja yang berada di Kecamatan Kasemen. Sedangkan untuk minyak dan cabai masih mengambil dari daerah luar.
“Makanya, rata-rata cabai dan bawang itu kami masih mengacu dari luar daerah, masih membeli dari luar. Karena bawang juga di Kota Serang hanya ada satu lokasi di Kasemen, itu pun hanya ada enam hektare. Apalagi minyak, kami kan tidak punya produksi itu, makanya masih mengambil dari luar daerah,” katanya.
Sony menuturkan, produk lokal di Indonesia khususnya Kota Serang masih dihargai cukup murah. Dirinya mencontohkan seperti negara maju di Jepan, produk lokal di sana memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan produk luar.
“Kalau di Jepang kondisinya produk lokal lebih mahal, dan mereka mengerti untuk mencintai produk sendiri. Kalau di sini ya bergantung dari kecintaan masyarakat saja,” tuturnya.
Sedangkan, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Induk Rau Kota Serang, Sulaiman mengaku dirinya mendapatkan pasokan cabai, bawang, hingga beberapa jenis sayuran lainnya dari pasar grosir yang berada di Tanah Tinggi Kota Tangerang.
“Memang kebanyakan kami ngambil dari sana. Kalau di sini harganya lebih mahal, terus kualitasnya kurang,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











