SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Roadshow Sosialisasi Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang tahun 2023 resmi dimulai.
Kegiatan roadshow untuk putaran pertama dibuka oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Puspemkab Serang, Rabu 5 Juli 2023.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Keta DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Banten AKBP Sahata, Wakapolres Serang Kompol Rifki Seftriam, Danramil Kragilan yang mewakili Dandim Serang Kapten Inf Yadi Kusmayadi.
Dalam Sambutannya Bupati Serang Ratu Ratu Chasanah mengatakan, kegiatan LKBA merupakan kegiatan yang digagas bersama dengan berbagai unsur yang ada di Kabupaten Serang.
“Kegiatan ini kegiatan kerjasama antara Pemda Kabupaten Serang, TNI, Polri dan kemudian dengan Radar Banten grup,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan LKBA bukan serta merta untuk mendapatkan hadiah saja, melainkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengubah kebiasaan masyarakat ke arah yang lebih baik.
“Jadi manfaatkan program LKBA ini tadi jangan hanya sekedar meraih juara, gengsi juara di tingkat Desa tapi pemberdayaan masyarakatnya yang paling penting,” jelasnya.
Ia mengatakan, ada banyak aspek yang menjadi penilaian didalam program LKBA Kabupaten Serang 2023. “Jadi ada 6 kriteria harus terpenuhi ya untuk kesehatan dan ada juga soal Pemuda inovasi ya,” imbuhnya.
Menurutnya, penting sekali pemerintah Desa melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat, terlebih para pemuda. Hal itu lantaran pemuda lah yang nanti akan menjadi ujung tombak Kabupaten Serang.
“Nah ini anak-anak muda juga nih harus digerakkan Pak Kades ya karena ke depan yang akan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Selain soal pemuda, Tatu juga menyoroti soal pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan. Dan mengenai kebersihan itu pun menjadi salah satu aspek lenilayan dalam LKBA.
“Ssupaya kita sehat yang pertama lingkungan kita harus bersih harus peduli dengan kebersihan. Mulainya dari sampah di rumah ya jadi sampah ini PR kita semua ya kita selesaikan yang bisa kita selesaikan di rumah selesaikan sampah-sampah yang bisa dijadikan pupuk Ayo buat kelompok di tiap RW di tiap Desa,” jelasnya.
Selain dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sebagian sampah juga dapat dimanfaatkan untuk di jual di bank sampah dan menjadi pundi-pundi rupiah.
“Nanti sampai yang sudah tidak bisa diapa-apakan baru kita masukkan ke mesin pengolahan sampah. Sampah yang masih bisa bernilai misalnya plastik dan kardus itu bisa dibuat bank sampah,” jelasnya.
Lebih lanjut ia berharap, melalui kegiatan LKBA dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungannya. Ia pun berharap nantinya akan ada bank sampah di tiap-tiap desanya.
“Pak Kades pak camat Saya minta semua punya bank sampah pokoknya pengelolaan sampah di tiap Desa masing-masing Nanti kalau sudah di tiap Desa sampah yang tidak bisa didaur ulang tidak bisa dimanfaatkan baru kita olah di mesin pengolahan sampah ya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











