LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kisah inspiratif datang dari Ida Susanti, guru PAUD di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Ida Susanti membuka usaha baso goreng atau basreng. Usaha ini dilakukannya untuk menggaji para guru PAUD di Desa Pasirtanjung yang didirikannya.
Ida mengatakan, awal mula membuka usaha basreng adalah untuk mengisi kekosongan waktu libur saat tidak mengajar anak-anak PAUD yang dia kelola bersama temannya.
“Awalnya kita kemarin itu libur sekolah, saya ada ide mau bikin usaha kecil-kecilan ya. Awal mau bikin usaha seblak, akhirnya saya memutuskan membuat usaha basreng,” katanya, Rabu, 19 Juni 2023.
Ida menuturkan, usaha yang sudah berjalan satu bulan tersebut sudah mempunyai pelanggan tetap.
“Alhamdulillah, basreng ini kita enggak harus ngirim ke warung, tetapi ada yang ke sini ngambil langsung setiap seminggu sekali,” ujarnya.
Diungkapkan Ida, karena saat ini sudah tidak dalam waktu libur, bareng diproduksi setelah selesai mengajar.
“Jadi produksinya setelah pulang sekolah atau setelah mengajar untuk guru-guru PAUD-nya,” ucapnya.
Ida menjelaskan, hasil dari usaha dan jualan basreng digunakan untuk modal dan menggaji para guru PAUD yang dikelolanya.
“Jadi kita dari hasil jualan ini buat guru-guru PAUD di sini, kita ketahui sendiri yah, guru PAUD ini bukan PNS ya, enggak ada gajian. Kita punya PAUD juga intinya kita bayaran seikhlasnya, per bulan Rp 20 ribu, jadi kadang ada yang bayar dan enggak juga, tidak apa-apa ya,” jelas Ida.
Ditanya soal alasannya tetap mengajar, menurut Ida, hal tersebut merupakan bagian dari ibadah dan memajukan pendidikan di Indonesia.
“Yang terpenting si anak-anak ini mau sekolah, intinya kita ke situ ya. Jadi alhamdulillah dengan adanya usaha ini kita diberikan jalan sama Allah, kita digajinya seperti ini,” tuturnya.
Ida menuturkan, selama satu bulan membuka usaha basreng, pesanan paling besar sebanyak 50 bal. Tiap bal dihargai Rp 70 ribu.
“Alhamdulillah kita sudah mulai satu bulan untuk produksi ini. Kita pemasaran wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya, nanti ada penyuplai yang datang ke sini, kemarin kita setok 50 bal, sepak isinya ada 11 bungkus basreng,” kata Ida.
Untuk omzet, kata Ida, dalam dua minggu bisa meraup keuntungan Rp 3 juta.
“Kalau untuk penghasilan memang sekalipun tidak besar, tetapi ada yah untuk jajan anak mah. Jadi ini bukan gaji. kalau gaji kan gede, ini mah buat uang jajan aja ya,” terangnya.
Ida berharap, usahanya bisa berjalan sukses dan menambah penghasilan para guru PAUD.
“Karena kan kalau mau kita ada gaji PAUD ini harus dihibahkan ke Desa dan itu prosesnya lama juga. Mudah-mudahan dengan adanya usaha ini, semuanya berjalan sukses buat guru PAUD semua,” ucapnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











