SERANG,RADARBANTEN,- Capaian tahunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 diklaim selalu di atas 90 persen.
Hal itu disampaikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Serang.
Diketahui RPJMD merupakan penjabaran dari visi misi dan program kepala daerah yang terpilin dan dijadikan ladasan bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan berbagai program untuk pembangunan selama lima tahun ke depan.
Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Bappeda Litbang Kabupaten Serang Agus Firdaus mengatakan, meski dirancang untuk 5 tahun, RPJMD memiliki target capaian tahunan yang selalu dievaluasi setiap tahunnya.
“Setiap tahunnya ada target yang dicanangkan dan dievaluasi secara berkala untuk capaiannya,” katanya saat ditemui ruangannya, Kamis 20 Juli 2023.
Ia menjelaskan, untuk target RPJMD tahun 2021 dan 2022 capaiannya sangat tinggi yakni rata-rata berada di atas 90 peraen dari target yang telah dicanangkan.
“Alhamdulillah, untuk capaian RPJMD di Kabupaten Serang untuk dua tahun realisasi semua sudah masuk ke dalam target sesuai dengan apa yang diharapkan. Hampir semua diatas 90 persen,” jelasnya.
Ia pun optimistis meskipun jabatan bupati tidak full sampai 2026 karena adanya pilkada serantak, capaian RPJMD dapat berada di angka 90 persen.
“Optimia sampai 2024 nanti melebihi ttarget. Karena ada beberapa program yang sifatnya pemenuhan yang capaiannya melebihi target,” jelasnya.
Bahkan, dalam pembangunan infrastruktur jalan, khususnya jalan kabupaten Serang sudah selesai 601 kilometar. Untuk itu, pihaknya saat ini mengambil alih 400 kilometer jalan desa menjadi jalan Kabupaten Serang.
“Yang 400 kilometer ini dicanangkan dalam RPJMD untuk 5 tahun anggaran, ternyata hanya 4 tahun anggaran, ini yang dikejar,” jelasnya.
Ia menjelaskan, terdapat dua jenis target didalam RPJMD yakni target capaian rutin dalam hal ini layanan dan target pemenuhan.
“Yang kita fokuskan capaian yang sifatnya pemenuhan. Semua masih on target. Pemenuhan kaitannya dengan infrastruktur, jalan, jembatan, irigasi, rehab puskesmas, rehab sekolah dan RTLH,” jelasnya.
Ia mengatakan, ada beberapa aspek yang memang belum terkejar secara optimal saat tahun 2021 lalu karena tehalang oleh oandemi covid 19.
“10 persen retensi ini ialah keuangan daerah imbas dari covid19. Retensi 10 persen ini lebih baik dibanding periode sebelumnya. 10 persen itu termasuk objek penirurinan prevalansi stunting,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak










