SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT KAI berencana untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan yang menghubungkan Stasiun Labuan dengan Stasiun Rangkasbitung.
Jalur kereta api Rangkasbitung – Labuan dihentikan pada 1982. Jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan di bangun pada tahun 1908 dan ditutup sejak 1984 karena kalah bersaing dengan moda transportasi massal lainnya.
Lintasan kereta api sepanjang 56.6 kilometer ini memiliki percabangan ke arah Bayah dari Stasiun Saketi, Pandeglang.
Namun, reaktiviasi yang sebelumnya direncakana akan dilakukan mulai 2023-2024 ini batal dilakukan.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banten Tri Nurtopo.
Katanya, Pemerintah Pusat sudah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak dari reaktivasi yang jadi Proyek Strategis Nasional (PSN) itu. Alhasil, dana kerohiman bagi warga pun batal dibayarkan pada tahun ini.
“Dana kerohiman itu sudah dihitung sama DJP (Direktorat Jenderal Perkeretaapian) cuma belum dibayar karena tahun ini belum ada duitnya,” kata Tri kepada wartawan, Jumat 20 Juli 2023.
Tri menerangkan, PSN reaktivitasi rel Rangkasbitung-Labuan akan dibagi menjadi beberapa segmen. Pada segmen satu yakni Rangkasbitung-Padeglang, diketahui akan berdampak pada 1.000 rumah warga yang berdiri di lahan milik KAI. Mereka pun akan mendapatkan dana kerohiman.
Sedangkan diakui, Tri untuk segmen dua, yakni, Pandeglang – Labuan belum ada rumah warga yang didata.
“Rencananya pembangunan akan dimulai pada segmen satu, yaitu Rangkasbitung-Pandeglang. Data rumah warga sudah dihitung dengan nominalnya, namun karena batal dilakukan tahun ini maka mungkin nanti akan dilakukan perhitungan ulang, ” kata Tri.
Lebih jauhnya, ia menyebut bahwa rencana reaktivasi akan diundur di tahun 2025. Berdasarkan informasi dari pusat, diundurnya PSN itu dikarenakan tahun 2024 merupakan tahun politik yang mana akan djgelarnya pemilu serentak.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, rencana reaktivasi tidak jadi ditahun ini, tapi di tahun 2025. Sebelumnya ditahun ini rencanaya alan dilakukan pendataan dan pembayaran, dan 2024 teknis pembangunannya. Tapi karena tahun 2024 itu tahun politik, makanya diundur, ” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











