SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mendesak agar Walikota dan Ketua DPRD Kota Serang merealisasikan janji kepada para eks pekerja Giant Serang.
Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat mengatakan, Walikota Serang hingga Ketua DPRD Kota Serang harus menuntaskan janji mereka kepada para eks pekerja Giant Serang.
“Jadilah pemimpin yang adil, jujur, amanah, dan tegas. ini merupakan amanah dari UUD 45, dimana tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,” ujarnya, Senin, 24 Juli 2023.
Mirah menjelaskan, para eks pekerja Giant Serang sudah pernah dijanjikan akan kembali dipekerjakan apabila Giant Serang kembali digunakan untuk unit bisnis apa pun.
“Dalam hal ini jelas para eks pekerja Giant yang telah dijanjikan untuk dipekerjakan kembali apabila gerai Giant kembali digunakan untuk unit bisnis apa pun oleh Walikota dan Ketua DPRD Kota Serang,” katanya.
Diketahui, para eks pekerja Giant Serang sempat melakukan audiensi dan melakukan kesepakatan dengan Walikota Serang, DPRD Kota Serang, serta dinas terkait berkomitmen akan memprioritaskan para pekerja mantan Giant yang ter-PHK untuk dipekerjakan kembali, apabila gerai Giant difungsikan kembali untuk unit bisnis lainnya.
“Dalam rapat audiensi tanggal 23 juni 2021 dengan Walikota Serang, Ketua DPRD Kota Serang, Komisi IV, Komisi II, Disnaker, Biro Hukum dan dinas-dinas terkait menyepakati dan berkomitmen bahwa ex pekerja Giant akan diprioritaskan kembali di pekerjakan jika gerai dibuka unit lain. Bagi kami hal tersebut adalah ikrar pemimpin terhadap penghidupan rakyatnya,” kata Ketua Forum Eks Pekerja Giant Serang, Dodoy.
Dodoy mengatakan, para mantan pekerja Giant Serang meminta agar para pemangku kebijakan dapat merealisasikan janjinya terhadap mereka.
“Karena gerai Giant yang ditutup saat ini akan dibuka Mitra10,” katanya.
“Janji atau komitmen ini diperlukan sehingga pimpinan daerah dalam menjalankan tugas-tugasnya bukan membuat janji tipu-tipu atau janji imitasi pada rakyatnya,” tambahnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











